gitaryang saat ini mempunyai niat untuk dapat pandai bermain gitar dan ingin 10:16 RAHASIA Bisa Cepat Pindah Kunci Gitar (DIJAMIN BISA !!!) 1 Banyak orang yang rela mengeluarkan uang untuk pandai bermain Cara cepat dan mudah bermain gitar untuk pemula - YouTube 24 Jun 2021 — Selain menghibur, bisa bermain gitar dianggap membuat seseorang
ManfaatAnak Rajin Membaca dan Menulis. Ditas sudah dijelaskan bahwa manfaat anak rajin membaca dan menulis adalah bisa mendukung dalam hal pelajaran di sekolah. Selain itu, manfaat lain yang bisa didapat adalah sebagai berikut: Baca Juga : 5 Manfaat Baca dan Menulis yang Perlu Kamu Tahu.
f motorik kasar dan daya tahan g. mudah belajar dengan melakukan h. mudah memanipulasikan benda-benda (dengan tangannya) i. membuat gerak-gerik yang anggun j. pandai menggunakan bahasa tubuh 5. Kecerdasan Musik Kecerdasan ini ditandai dengan kemampuan menciptakan dan mengapresiasi irama pola titinada, dan warna nada; apresiasi bentuk-
Membacadan Menulis Harus Dipaksa (Sumber: Pexels/Dziana Hasanbekava) Saya baru saja membaca artikel dari bu Dewi Puspasari yang baru-baru ini jadi Artikel Utama (AU) di Kompasiana. Artikel tertanggal 20 Juli 2022 itu bisa Anda baca di sini . Bu Dewi menjelaskan bahwa beliau sekarang ini susah menuntaskan sebuah buku untuk dibaca dan harus
Sebagaiorang tua, sudah pasti menginginkan anaknya bisa mahir dalam sesuatu hal. Tentu saja hal tersebut harus didukung dengan cara yang pintar pula. Seperti membiarkan si kecil rajin membaca, mengingat anak yang rajin membaca dan menulis akan meningkatkan kreativitasnya juga. Manfaat dari Anak yang Suka Membaca dan Menulis Menurut informasi lengkapnya, anak yang rajin dalam []
Dịch Vụ Hỗ Trợ Vay Tiền Nhanh 1s. Oleh Sariningsih Manajer Penerbit Leguty Media “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Pramudya Ananta Toer adalah kutipan dari seorang Pramudya Ananta Toer. Ia adalah sastrawan terkemuka Indonesia. Karya-karyanya bukan hanya diakui di Indonesia, namun di berbagai Negara. Karya sastra Pramoedya Ananta Toer bahkan telah diterjemahkan ke dalam 42 bahasa dari seluruh dunia. Bukunya telah banyak dijadikan referensi bacaan di sekolah maupun kampus. Dari kutipannya kita banyak belajar bahwa orang yang mempunyai pendidikan tinggi, ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah apabila ia tidak menulis. Dengan menulis orang akan dikenal dalam keabadian tentang kecerdasan dan pengetahuannya. Apalagi kalau seorang berani menulis buku. Itu adalah suatu kebangaan dan kebahagiaan. Sebagai seorang penulis dan pendidik, saya ingin mengkampanyekan betapa pentingnya menulis buku, terutama untuk guru yang menjadi pencerdas bangsa. Guru harus bersemangat untuk membukukan pengetahuan yang diperolehnya selama belajar dan mengajar. Dengan menulis guru akan dikenang dan tidak hilang oleh sejarah. Sejatinya menulis itu bisa dipelajari. Keterampilan dan kemampuan menulis itu bisa dilatih dengan cara membaca materi tentang kepenulisan. Banyak membaca buku dengan tema yang persis seperti buku yang akan kita tulis. Percayalah menulis buku itu lebih mudah dari pada menulis skipsi. Artinya seorang guru itu sudah pernah menulis. Jadi alasan tak berbakat menulis tidak bisa dibenarkan. Misalnya, seorang guru TK menulis tentang dongeng untuk dibacakan kepada siswanya, tentu akan berbeda ketika buku yang dibacakan adalah karya penulis lainnya. Siswa akan terkesan, bahkan mungkin terinspirasi lebih dalam lagi karena ada kedekatan dengan penulisnya langsung. Atau seorang guru SD yang membuat cerpen untuk membangkitkan semangat literasi anak. Dari cerpen itu, siswanya diminta untuk menjadikannya bahan dongeng kemudian diuploud di youtube. Wah ini sangat menarik, karena siswa dapat berkolaborasi dengan gurunya dalam meningkatkan minat literasi dan budaya membaca. Anak juga tidak menjadi bosan dengan kegiatannya. Semua guru bisa berkarya sesuai bidang dan passionnya. Saya masih ingat ketika menerbitkan buku Sehangat Matahari Pagi, buku yang ditulis dari pengalaman seorang guru selama mengajar. Buku ini dapat memberikan suntikan motivasi untuk pengajar yang baru saja menjadi guru. Di dalamnya tertulis berbagai kisah inspiratif yang bisa diambil hikmahnya. Dari buku itu saya belajar bahwa memang benar setiap guru itu mempunyai potensi untuk menjadi penulis. Karena guru kaya akan pengalaman dalam dunia pendidikan yang bisa menjadi jalan untuk menginspirasi banyak orang. Manfaat menulis buku untuk guru Pertama dengan menulis buku, seorang guru dapat mengasah kecerdasan logika dan bahasa. Dengan menulis akan terlihat bagaimana kemampuan berbahasa dan logika dari penulis. Kedua, ketika guru menulis maka sejatinya ia sedang memberikan contoh kepada anak didiknya untuk mencintai literasi. Anak-anak bisa diajak untuk membaca karya tersebut dan mereview buku bersama-sama. Ketiga, dengan menulis, pengetahuannya akan abadi, buah pemikirannya akan bisa dibaca terus-menerus sebagai bahan kajian atau referensi bacaan. Keempat, dengan menulis buku akan meningkatkan softskill guru, bisa jadi karena buku yang ditulisnya, ia akan diundang untuk mengisi pelatihan menulis, diminta untuk menjadi juri. Sebagai penulis, saya sangat mendukung setiap guru untuk dapat membuat bukunya. Bahkan beberapa kali saya mengajak berkolaborasi untuk bisa menulis buku. Jangan takut untuk berkarya, perbanyak informasi tentang berbagai ilmu. Jalan untuk bisa menerbitkan buku dapat dimulai dari niat tulus berbagi ilmu pada masyarakat. Disclaimer Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke [email protected]
Ilustrasi anak membaca buku. Foto Shutter StockMembaca merupakan kegiatan sederhana tetapi berjuta manfaat seperti itulah adanya. Kita tahu bersama bahwa membaca memberikan banyak manfaat seperti menambah pengetahuan, memperkaya kosakata, mengubah mindset, dan masih banyak lagi. Namun, Indonesia sendiri memiliki tingkat minat baca masyarakat yang masih rendah. UNESCO menyebutkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya 11000 penduduk. Dari sini tampak bahwa perlu adanya perbaikan dan membaca menjadi kegiatan yang membosankan untuk kebanyakan orang termasuk mahasiswa yang seharusnya banyak membaca buku dan jurnal demi menunjang pengetahuan mereka. Salah seorang dosen saya mengatakan bahwa pelajar luar negeri mereka diwajibkan untuk membaca banyak 5 sampai 6 buku setiap semesternya untuk menunjang pembelajaran anak membaca buku di mobil. Foto Shutter StockNamun, mereka tidak keberatan dengan hal itu karena memang sudah terbiasa membaca buku. Sebaliknya mahasiswa di Indonesia merasa kesulitan untuk membaca banyak buku dalam jangka waktu satu semester. Seharusnya semakin tinggi tingkat pendidikan yang diambil dibarengi juga dengan semakin banyak buku yang dibaca tetapi kenyataannya tidak adanya pembiasaan sejak dini. Anak–anak usia dini menjadi sasaran targetnya, mereka cenderung membentuk karakter pada usia tersebut. Dengan mulai mengajarkan anak untuk gemar membaca anak akan tumbuh dengan budaya itu. Anak bisa dikenalkan dengan buku cerita bergambar atau dengan mengenalkan huruf abjad dengan berbagai kartu bergambar. Buat suasana belajar membaca anak menjadi menyenangkan. com-Ilustrasi anak sedang membaca buku sebagai salah satu kegiatan untuk menstimulasi kecerdasan. Foto ShutterstockKegiatan ini perlu dilakukan secara konsisten demi membentuk karakter yang diinginkan. Orang tua bisa mulai membacakan buku cerita pada anaknya yang masih balita. Meskipun mereka hanya bisa mendengar tetapi hal itu bisa menjadi stimulus agar anak gemar membaca di kemudian hari karena sudah menjadi kebiasaan sejak mereka masih balita. Luangkan waktu khusus untuk anak belajar membaca dan orang tua harus setia yang tumbuh dengan kebiasaan membaca akan menjadikannya lebih cerdas dan memiliki kemampuan berbicara yang baik, karena didukung dengan banyaknya kosakata yang mereka miliki. Kemampuan mereka dalam memahami kalimat yang panjang pun juga salah satu manfaat yang didapat. Para orang tua harus sadar dan mau membantu putra-putrinya untuk bisa gemar membaca. Tidak ada ruginya orang yang banyak membaca, sebaliknya membaca menjadikan orang lebih kritis.
Jawaban yang biasa diucapkan dari para penulis dalam webinar atau pelatihan, pada pertanyaan “apa resep mujarab sehingga bisa handal menulis?”, pasti disarankan untuk sering-sering membaca. Yap, menulis memerlukan kata-kata yang bisa kamu dapatkan dari sering membaca. Dengan membaca, wawasanmu akan lebih luas dalam mengolah dari 24/09/18, hasil dari penelitian Stephen D. Krashen dalam bukunya yang berjudul Writing Research, Theory, and Application, menemukan bahwa ada hubungan antara kegiatan membaca dan menulis. Responden yang merupakan para penulis itu ternyata gemar membaca sejak kecil dan mengaku sudah terbiasa menulis sejak masih semakin banyak seseorang membaca, wawasan dan pengatahuannya pun akan semakin luas, sehingga memiliki banyak referensi atau ide untuk menulis. Dengan kata lain, tiap kalimat yang dituliskan akan mengalir mudah, karena sudah mempunyai bekal apa sih yang membuat membaca dapat mengasah kemampuan menulis kita? Dikutip dari Tutur Literatur pada Kumparan 25/05/17, berikut alasan Memperluas Wawasan dan Ide MelimpahApapun yang ditulis baik buku, cerpen, jurnal, artikel, fiksi maupun nonfiksi, pasti memberikan informasi yang ilmu atau pengetahuannya bisa kita ambil. Contoh, kamu ingin menulis tentang media sosial. Kamu harus mencari tahu dulu apa fungsi dari media sosial tersebut, apa saja fiturnya, cara menggunakannya, bahkan sejarah dibalik pembuatannya. Nah, hal-hal tersebut dari mana lagi kita dapatkan informasinya, selain dari membaca berbagai sumber atau mengobservasinya secara langsung. Sumber foto merasakan writer’s block atau stuck tidak tahu mau menulis apa? Hal itu bisa terjadi jika kita kurang membaca. Dengan membaca otak kamu akan terangsang dan akan terbentuk informasi baru dalam daya ingatmu, sehingga saat menulis idemu akan mengalir dengan juga Jago Menulis dan Jadi Best Seller, ini 7 Artis yang Merilis Buku BaruSetiap penulis-penulis terkenal pasti mempunyai cara khas dan unik masing-masing. Bisa dari plot, gaya bahasa, atau cara menggambarkan penokohannya. Dengan hal-hal tersebut, bisa dijadikan referensimu dalam menulis. Sumber foto membaca buku, kamu belajar dari ahlinya tentang seluk beluk penulisan, bagaimana cerita dan strukturnya, penggambaran karakter dan cara menuliskan dialog, penekanan kata, hingga point of view. Dari membaca puisi kamu tahu cara menyampaikan emosi. Saat membaca artikel, kamu tahu cara menyampaikan informasi dengan jelas dan juga Cara Terbaru Mengirim Naskah ke Penerbit Gramedia3. Memperkaya Kosakata dan Penyajian KalimatPernah nggak kamu merasa nulis kata yang itu-itu saja? Atau bahkan setelah dibaca ternyata telah menulis beberapa padanan kalimat yang mirip? Jika ya, itu tandanya kamu kekurangan kosakata. Buku hadir memberikan jutaan kata dan kalimat yang bisa memperkaya pilihan kalimatmu saat menulis. Sumber foto Pinterest Lost Children of AndromedaKamu juga jadi tahu tatanan kalimat yang nyaman dibaca oleh pembaca atau kata-kata baru yang belum pernah didengar sebelumnya, sehingga memperkaya diksi atau perbendaharaan kata yang kamu tahu. Contoh dalam kata “senang”, kamu bisa pakai kata lain yang artinya sama seperti sukacita, bahagia, gembira, girang, atau ria. Jadi, hasil tulisanmu tidak akan monoton dan itu-itu sering membaca juga membuat kamu peka terhadap kalimat atau pemilihan kata. Kamu jadi tahu pengaplikasian susunan karangan yang logis dan urut sesuai tata penggunaan bahasa. Tulisanmu akan jadi lebih mudah dicerna oleh akan membuat jalan pikiranmu jadi lebih lentur dan tentunya meningkatkan kreativitas. Kamu coba deh baca buku-buku ini untuk melatih skill menulis kamu jadi lebih 'gahar'!Beli dan Pelajari Sekarang! Jurnal sebenarnya sebagai cara kita mengekspresikan ide dan pikiran serta latihan melepas emosi yang tertahan. Menulis jurnal juga dipercaya mampu menyembuhkan trauma, hingga kita mampu mengenali diri sendiri secara positif. Buku ini memberikan 100 ide untuk latihan menulis di rumah dengan materi menulis dasar, kebahasaan, serta tips dan trik agar ide Panduan Komplet Menulis KreatifBeli dan Pelajari Sekarang! Bagi yang mau jadi penulis, buku ini berisi panduan lengkap bagaimana cara menulis kreatif, dari berbagai materi dasar yang wajib dikuasai. Ada materi bagaimana cara mengolah kata, membuka pikiran dan menemukan ide, memilih tema, cara menentukan judul, dan masih banyak dan Pelajari Sekarang! Tidak ada yang salah dalam kembali belajar kosakata, agar keterampilan berbahasa serta kecakapan literasi menjadi lebih dalam. Buku ini akan membantu kamu memperluas dan meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Indonesia, agar kamu dapat mengungkapkan dan mengembangkan pikiran, gagasan, dan perasaan dengan benar dan tepat dalam bentuk tulisan. Kamu juga akan dilatih untuk memperkaya kosakata, memilih dan menggunakan kata serta juga Metode Catat Materi Belajar yang EfektifTadi kosakata, sekarang bagaimana cara agar kalimat menjadi efektif dan tepat. Susunan kalimat perlu diperhatikan karena akan memengaruhi tingkat kebenaran dari pikiran atau gagasan yang ingin kita sampaikan. Jika kalimat itu tepat, orang lain akan mudah mengerti dari apa yang kita dan Pelajari Sekarang! Buku ini akan membantu kamu dalam menguasai pembuatan kalimat untuk meningkatkan keterampilan menulis. Kamu akan diberi penjelasan dan latihan untuk memahami serta menata susunan kalimat. Latihan itu dimulai dari menyusun atau menata kalimat, bagaimana pembentukan kalimat, unsur dan jenis kalimat, serta bagaimana menyusun kalimat dan Pelajari Sekarang! Mari belajar menulis dari aktivis jurnalis dan sastrawan ini. Buat kamu yang nggak suka baca teori tapi mau belajar menulis dan berpikir filosofis, coba buku dari Ayu Utami ini deh. Karena dari awal hingga akhir kamu diberi latihan, berpikir filosofis terapan di dalam cerita karya ini akan menjelaskan bagaimana gaya tulisan Russell, seorang filsuf dan ahli matematika yang menulis banyak sekali buku. Rusell bahkan tidak hanya menulis tentang filsafat atau matematika, tapi juga tentang moral, pendidikan, sejarah, agama, dan politik. Beli dan Pelajari Sekarang! Luas dan beragamnya minat Russel membuat buku ini membedah bagaimana pola struktur kalimat dan caranya mengembangkan pokok bahasan di setiap bukunya. Rusell selalu mencoba untuk menemukan jalan paling ringkas dalam mengucapkan sesuatu, tanpa ambiguitas sehingga pembacanya mampu mengerti apa yang ia dia buku-buku yang bisa kamu baca untuk meningkatkan keterampilan kamu dalam menulis. Ingat, practice makes perfect. Jadi, jangan lupa untuk sering berlatih juga baca buku-buku yang seru dan best seller, langsung klik gambar di bawah ini untuk pilih bukunya. Temukan Semua Promo Spesial di Sini! Sumber foto header UnsplashBaca juga Tips agar Naskah Dilirik Penerbit dan Editor
Ketika seseorang sudah terbiasa membaca banyak buku, maka perpustakaan kata nya pun ikut bertambah. dia juga sudah melihat banyak cara penulisan dari berbagai penulis, sehingga dia belajar banyak tentang hal penulisan. dari pembelajarannya tersebutlah dapat dengan mudah dia mengaplikasikannya pada tulisan yang akan dibuatnya
Oleh Noor Hasanah, MA* Riset yang dilakukan oleh UNESCO pada tahun 2016 menyebutkan bahwa Negara kita, Indonesia ini termasuk sebagai negara dengan minat baca yang paling rendah di dunia. Hasil riset tersebut menunjukan bahwa Indonesia menempati urutan terendah kedua. Tentu saja ini sangat mencengangkan sekaligus juga sebagai tamparan bagi kita selaku akademisi. Bagaimana tidak? Lembaga pendidikan di Indonesia ini sangat beragam dan banyak jumlahnya. Mulai dari sekolah umum, madrasah hingga pesantren dengan potensi massa dan perkembangan keilmuan yang sangat besar. Lembaga pendidikan itu ada yang dikelola oleh pemerintah, dan ada yang dikelola secara mandiri oleh swasta. Di Indonesia pun banyak terdapat Perguruan Tinggi, baik yang dibawah naungan Kementerian Agama Kemenag maupun Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti. Namun ternyata jumlah lembaga pendidikan yang sangat banyak itu tidak berbanding lurus dengan tingginya minat membaca dan menulis. Sebenarnya banyak informasi yang disajikan dalam ragam bacaan. Kualitas membaca akan menunjukan luasnya wawasan seseorang. Maka semakin rendah minat membaca, akan semakin rendah juga wawasan. Begitupun sebaliknya, semakin tinggi kualitas jam baca seseorang maka akan semakin luas pengetahuan serta wawasannya. Tidak berlebihan jika disebutkan bahwa cinta baca berbanding lurus dengan kemajuan, karena semakin banyak membaca akan semakin luas wawasan pengetahuan dan akan semakin mampu menuliskan kembali pengetahuan itu. Di Kalimantan Selatan, sebagai pulau yang berjarak cukup jauh dari ibukota Negara, sangat sulit ditemukan sumber bacaan yang mapan. Berburu buku-buku dan referensi yang aktual tidaklah mudah, bahkan terbatas. Hal ini cukup dimengerti. Jarak antar pulau yang cukup jauh turut mempersulit pengiriman buku-buku atau referensi plus ongkos pengiriman yang tidak murah bahkan cenderung lebih tinggi dari harga buku yang sebenarnya. Mahalnya harga buku akibat beban biaya pengiriman tersebut berdampak pada minat beli masyarakat dan kecintaan mereka terhadap buku. Maka membeli hal dan barang lain seperti makanan, tas, baju dianggap lebih bermanfaat daripada sekedar membeli buku. Buku menjadi konsumsi tersier, yang tidak semua orang berkenan membeli. Disadari atau tidak, kondisi tersebut cukup berpengaruh pada minat baca. Jika minat baca sudah kurang, lantas bagaimana penulis dapat terlahir? Bagaimana seseorang akan menulis jika miskin literasi? Sedangkan menulis adalah hasil buah pikiran, perenungan, analisa terhadap suatu teori dan fenomena. Jika Kalimantan Selatan dihuni oleh mayoritas Muslim dengan tingkat religiusitas yang masih sangat tinggi, maka tentunya literatur yang dibutuhkan juga meliputi buku-buku agama Islam yang kekinian. Dengan demikian, siswa-siswa madrasah dan pesantren memiliki alternatif bacaan selain kitab wajib’ yang diajarkan oleh ustadz/ustadzahnya saja. Islam sangat akrab dengan seruan membaca. Seperti yang tersurat dalam wahyu pertama Surah Al Alaq ayat 1-5. Membaca hakikatnya bukan hanya diartikan pada hal-hal yang tertulis ayat qauliyah tetapi termasuk juga mengamati dan menganalisa tanda-tanda alam ayat kauniyah. Sehingga pada akhirnya akan mempertebal keimanan akan kebesaran dan ke-Maha Kuasaan Allah swt. Islam juga sangat konsen dengan budaya penulisan. Seperti yang tersebut dalam Surah Al Qalam ayat 1. Penyebutan kata pena’ di ayat tersebut menegaskan bahwa Islam adalah agama yang sangat melek dengan literasi dan kepenulisan. Maka sebenarnya, ketika Muslim menjadi miskin literasi dan tidak akrab dengan kepenulisan, sesungguhnya pertanda mulai menjauhnya umat dari semangat Alquran yang modern dan berkemajuan. Membaca dapat memperluas wawasan, mempertajam gagasan dan meningkatkan kreativitas. Maka tidak heran seseorang yang gemar membaca dengan keluwesan wawasannya tentu akan sangat jelas arah bicaranya, tajam gagasan dan ide yang disampaikannya dan kreatif dalam mengemas kata baik pada saat berbicara maupun menyajikannya dalam karya tulis. Menulis adalah buah dari pikiran yang merupakan kesimpulan dari berbagai macam gagasan yang dipetik dari beragam bacaan. Ketika seseorang banyak membaca, maka sudah tentu ia akan dapat menuliskan kembali ilmu yang diperolehnya dari bahan bacaan itu dengan gaya bahasanya sendiri. Semakin banyak hasil karya tulis, maka menunjukan semakin banyak hasil buah dari pemikiran, maka diketahui disitulah ilmu pengetahuan berkembang. Ketika ilmu pengetahuan berkembang, maka secara perlahan peradaban akan maju pula. Bagaimana Muslim di daerah ini akan dapat membangun peradaban ketika ilmu tidak berkembang disebabkan oleh miskin literasi dan lemahnya wawasan berfikir? Solusi Alternatif Ilmu pada hakikatnya bersifat menjelaskan, mengontrol dan memperbaharui. Salah satu sarana memperoleh ilmu adalah dengan membaca. Maka untuk meningkatkan minat membaca dan menulis, sesungguhnya perlu dilakukan beberapa hal Pertama, penyediaan buku-buku dan referensi yang aktual oleh tiap pemerintah daerah. Karya tulis bermunculan setiap waktu dengan deras. Jika daerah tidak memperbaharui koleksinya, maka sudah dapat dipastikan akan ketinggalan informasi. Ketika koleksi sudah usang, maka ketertarikan untuk membacanya pun berkurang. Sesungguhnya minat baca masyarakat akan tumbuh menjamur dengan sendirinya ketika sumber bacaan baru tersedia dengan berlimpah. Masyarakat perlu diakrabkan dengan kubangan buku. Karena membaca itu sebenarnya menarik, mampu menenggelamkan pembaca pada kedalaman samudera ilmu yang tiada terhingga dan melampaui imajinasi si pembaca. Kedua, perlu ada kampanye melek literasi kepada masyarakat, bahwa aktivitas membaca tidak hanya memungkinkan dilakukan di perpustakaan atau institusi pendidikan, bahkan dimana saja. Membaca tidak hanya untuk tujuan mengerjakan tugas sekolah atau kuliah, tetapi membaca adalah suatu usaha untuk memenuhi kebutuhan diri akan ilmu dan informasi. Membaca dapat dilakukan di pasar, toko, warung, kafe, Ruang Terbuka Hijau RTH, rumah sakit dan lain-lain. Seperti halnya masa kejayaan Islam dahulu. Dimana setiap orang sangat keranjingan membaca, berdiskusi hingga menuliskan ilmunya menjadi karya yang fenomenal. Ketiga, perlunya ustadz/ustadzah menggugah semangat siswa atau santri dalam membaca beragam literatur keislaman yang kekinian dan mengarahkan mereka bagaimana cara untuk mendapatkan sumber yang relevan. Sehingga pemahaman dan wawasan keislaman mereka meluas dan tidak kaku. Keempat, agar pihak pemerintah dan juga swasta bersama-sama berusaha menciptakan para penulis, baik melalui event-event perlombaan, menyediakan forum diskusi atau sanggar kepenulisan hingga memberikan penghargaan bagi penulis-penulis tersebut. Jika sudah demikian, maka bersahabat dengan buku dapat menjadi trend yang mengasyikan. *Profil Penulis NOOR HASANAH terlahir di Martapura, Kalimantan Selatan. Ia pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Husnul Khatimah Kuningan – Jawa Barat, Universitas Al Azhar Kairo – Mesir konsentrasi Psikologi Islam, Institut Agama Islam Al Aqidah Jakarta Timur konsentrasi Pendidikan Agama Islam, Sekolah Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta konsentrasi Pendidikan Islam. Merintis pengalaman sebagai dosen honorer di STAI Sholahuddin Al Ayyubi Jakarta, personal asisten pimpinan yayasan perguruan Islam Diniyyah – Al Azhar Jambi, sekretaris kantor Noveline Sdn. Bhd Selangor – Malaysia dan dosen Islamic Media di eMedia Academy Institut Teknologi Utama Yayasan Felda Malaysia, Dosen Tetap Yayasan di Universitas Achmad Yani Banjarmasin pada Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan. Saat ini aktif sebagai Dosen Tetap di UIN Antasari Banjarmasin dan sesekali menjadi Dosen Luar Biasa di STIKES Husada Borneo Banjarbaru. Selain memberi kuliah, aktivitas lainnya adalah sebagai penerjemah kitab-kitab Arab dan menulis berbagai buku. Beberapa karyanya atas kerjasama dengan Almihrab Publication Malaysia Ketika Kematian Datang Begitu Indah Sejarah Nabi Isa AS Yahudi Catatan Hitam Sejarah Tuhan, Tolong Aku Kejayaan Islam Pasca Rasulullah Menuju Kejayaan Islam ditulis bersama Afdilla Nisa, Lc, M. Ag Siapa Dibalik Kejayaan Islam ditulis bersama Afdilla Nisa, Lc, M. Ag
dengan pandai membaca dan menulis akan menjadi orang yang